
Warisan genetik dari orangtua ke anak tak hanya berupa watak dan penampilan fisik, tapi juga pada selera seseorang, termasuk kesukaan minum kopi.
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Behavioral Genetics telah membuktikan hal tersebut. Riset menunjukkan bahwa selera orangtua pada minuman seperti minuman bersoda, teh, bir, hingga kopi termasuk sebagai warisan kombinasi dari genetik dan lingkungan.
Fenomena ini dikenal sebagai “heritabilitas spesifik kuantil” yang juga ada kaitannya dengan kolesterol dan berat badan. Hal tersebut berperan dalam sifat fisiologis dan perilaku manusia. Lingkungan dan gaya hidup seseorang mengubah tingkat ekspresi gen dengan cara yang konsisten dan terukur, yang akhirnya diwariskan ke keturunannya atau disebut fenotipe.
Kebiasaan minum kopi orangtua dapat menurun ke anak dan berpengaruh pada kuantitas anak saat mengonsumsi kopi. Untuk banyak ciri seperti minum kopi, mereka memiliki komponen genetik yang kuat. Tapi ketika dibedah dari sudut pandang DNA, biasanya menemukan presentase yang sangat kecil dari variasi sifat yang dikaitkan dengan gen saja.
Lingkungan dan gaya hidup seseorang mengubah tingkat ekspresi gen dengan cara yang konsisten dan terukur, yang akhirnya diwariskan ke keturunannya atau disebut fenotipe.
_______________
Reference: kompas.com ☕




