
Untuk sebagian besar orang, tujuan utama dari mengkonsumsi kopi adalah untuk menghilangkan kantuk serta meningkatkan konsentrasi. Namun, ada beberapa efek samping kopi yang perlu diwaspadai, terlebih jika kopi dikonsumsi secara berlebihan. Jumlah yang sesuai untuk mengkonsumsi kopi adalah 2-3 cangkir per hari, kopi umumnya aman bagi orang dewasa dan tidak merugikan kesehatan. Efek samping dari kopi dapat muncul jika dikonsumsi lebih dari 4 cangkir kopi per hari. Berikut ini beberapa dampak negatif jika terlalu sering mengkonsumsi kopi dalam jumlah yang berlebihan.
Risiko Gangguan Pada Mata.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal Investigative Ophthalmology & Visual Science menunjukkan adanya hubungan antara kelebihan kafein dengan kerusakan mata. Peneltian ini diklaim sebagai yang pertama kali dilakukan untuk mengamati hal itu. Kerusakan yang terjadi akibat terlalu banyak minum kopi adalah exfoliation glaucoma, yaitu salah satu gangguan yang tercatat sebagai penyebab terbanyak dari kasus glaukoma sekunder di seluruh dunia yang ditandai dengan peningkatan tekanan pada bola mata.
Adanya peningkatan tekanan bola mata bisa menyebabkan kebutaan kalau dibiarkan terus menerus tanpa mendapatkan penanganan yang tepat. Tekanan tersebut bisa meningkat cukup tinggi, hingga cukup untuk merusak saraf optik yang ada di mata dan sekitarnya.
Menyebabkan Sulit Tidur.

Tujuan utama dari mengkonsumsi kopi adalah untuk menghilangkan kantuk. Namun ketika kopi dikonsumsi secara berlebihan dapat mengurangi waktu tidur dan membuat tubuh tidak dapat tidur dengan nyenyak. Hal ini bisa membuat mengalami gangguan tidur seperti insomnia.
Memicu Keriput Pada Wajah.

Mengkonsumsi kopi secara berlebihan dapat menyebabkan terjadinya penyempitan pembuluh darah. Hal ini akan m
Perubahan Warna Gigi.

Antioksidan adalah substansi yang diperlkan tubuh untuk menetralisir radikal bebas dan mencegah kerusakan yang ditimbulkan oleh radikal bebas terhadap sel normal, protein, dan lemak. Antioksidan menstabilkan radikal bebas dengan melengkapi kekurangan elektron yang dimiliki radikal bebas, dan menghambat terjadinya reaksi berantai dari pembentukan radikal bebas yang dapat menimbulkan stres oksidatif.
Polifenol dalam kopi merupakan salah satu antioksidan yang bisa mencegah peradangan pada otak. Tak hanya itu, polifenol juga mencegah peradangan yang bisa menyebabkan masalah kesehatan lain seperti osteoporosis, kanker, dan penyakit jantung. Polifenol pada kopi juga membantu mengatasi peradangan pada dua bagian otak, yaitu pada bagian cortex dan hippocampus.
Mengganggu Kualitas Suara.

Menurut sebuah studi, kafein membantu menghalangi efek dihydrotestosterone (DHT) di folikel rambut pria. DHT adalah hormon yang dapat menyebabkan kebotakan. Studi tersebut mengatakan bahwa kafein dapat merangsang perpanjangan batang rambut, menghasilkan akar rambut yang lebih panjang dan lebih kuat. Selain itu, kafein juga merangsang pertumbuhan keratin yang merupakan protein penting untuk folikel rambut. Meningkatnya keratin akan merangsang sel-sel matriks untuk membelah, sehingga rambut tumbuh lebih cepat.
Secara keseluruhan yang dapat disimpulkan adalah meski kafein dalam kopi tidak baik dikonsumsi berlebihan, namun mengkonsumsi kopi dalam batas yang wajar bisa memberikan dampak positif bagi kepala serta dapat menjaga kesehatan otak. Perlu dipastikan juga bahwa kebiasaan minum kopi ini tidak dibarengi dengan kebiasaan tak sehat seperti minum alkohol atau merokok. Selain itu, tetap jaga kesehatan dengan berolahraga, menjalani gaya hidup yang sehat dan menjaga pola makan.
_______________
Reference: kompas.com, klikdokter.com ☕




