
Salah satu faktor penting dalam menyeduh kopi adalah ukuran gilingan kopi atau coffee grind size. Ukuran gilingan kopi menentukan seberapa cepat atau lambat air mengalir melalui kopi dan berapa lama kontak antara air dan kopi. Hal ini berpengaruh pada tingkat ekstraksi kopi, yaitu seberapa banyak rasa dan aroma kopi yang terlarut dalam air.
Ukuran gilingan kopi yang tidak sesuai dengan metode seduhan bisa menghasilkan kopi yang under-extracted atau over-extracted. Kopi yang under-extracted terjadi karena ukuran gilingan kopi terlalu kasar, sehingga air mengalir terlalu cepat dan kontak dengan kopi terlalu singkat. Rasa kopi yang dihasilkan cenderung asam, asin dan kurang berasa. Kopi yang over-extracted terjadi karena ukuran gilingan kopi terlalu halus, sehingga air mengalir terlalu lambat dan kontak dengan kopi terlalu lama. Rasa kopi yang dihasilkan cenderung pahit, hambar dan tidak segar.
Oleh karena itu, kita perlu menyesuaikan ukuran gilingan kopi dengan metode seduhan yang kita gunakan. Secara umum, ada tujuh jenis ukuran gilingan kopi, yaitu:
- Extra Coarse Grind: ukuran gilingan kopi paling kasar, seukuran merica. Cocok untuk metode seduhan cold brew, yaitu menyeduh kopi dengan air suhu ruangan selama beberapa jam.
- Coarse Grind: ukuran gilingan kopi kasar, seukuran garam laut. Cocok untuk metode seduhan french press, yaitu menyeduh kopi dengan air panas dalam sebuah alat yang memiliki plunger untuk menyaring ampas .
- Medium Coarse Grind: ukuran gilingan kopi sedang kasar, seukuran pasir kasar. Cocok untuk metode seduhan chemex, clever dripper dan cafe solo brewer, yaitu menyeduh kopi dengan alat-alat yang memiliki filter tebal untuk menghasilkan rasa yang bersih .
- Medium Grind: ukuran gilingan kopi sedang, seukuran garam dapur. Cocok untuk metode seduhan flat bottom, cone-shaped pour-over, aeropress (dengan waktu seduhan lebih dari tiga menit), dan siphon .




