Saat ini peminat kopi di Indonesia menjadi semakin banyak, kedai-kedai kopi sudah semakin menjamur dan bisa dengan mudah kita temukan. Bukan hanya dari segi peminat nya saja, dari sisi kopi sendiri juga semakin meningkat dengan beragam variasi yang spesifik seperti single origin, kopi specialty, dan juga kopi komersil atau kopi ritel. Baik kopi specialty maupun kopi ritel, keduanya sama-sama memiliki basis penggemarnya masing-masing. Namun apa perbedaan paling mencolok dari kedua kopi tersebut?

Kualitas Biji Kopi
Jika kita mendapatkan kopi dari sebuah specialty roastery, atau kedai-kedai yang memang khusus menyediakan kopi-kopi specialty maka kita bisa mengetahui asal-usul dari kopi yang akan disajikan dengan lengkap dan detail. Bukan hanya tentang darimana kopi tersebut berasal, namun juga spesifik perkebunan mana yang menghasilkan, ketinggian tanam, varietas, hingga proses pengolahan dari kopi tersebut bisa diketahui dengan jelas. Dengan adanya info ini kita bisa mengetahui rasa khas dari kopi tersebut dan rasa yang akan dimunculkan.
Sementara pada kopi ritel biasanya merupakan gabungan dari berbagai biji kopi yang berbeda baik perkebunan, varietas, hingga negara asal kopi tersebut. Sehingga info tentang kualitas kopi ini akan sulit kita dapatkan dan tidak bisa ditebak bagaimana rasa dari kopi tersebut. Atau jika beruntung maka kita bisa mendapatkan info keterangan dimana kopi tersebut ditanam. Namun biasanya hanya sampai situ saja dan tidak ada info lebih lanjut tentang daerah pertanian atau bagaimana metode pengolahan kopi tersebut.
Rasa Asli Kopi
Pada kopi specialty, rasa kopi yang dihasilkan masih memiliki cita rasa asli dari kopi tersebut dan lebih kompleks seperti rasa fruity atau nutty. Setiap kopi specialty akan meghasilkan ciri khas rasa yang berbeda-beda, bahkan dengan perkebunan atau roastery pengelola yang berbeda bisa menghasilkan rasa yang berbeda pula.
Sedangkan pada kopi ritel, cita rasa asli dari kopi tersebut sudah susah untuk terdeteksi. Kebanyakan rasa yang dimunculkan dari kopi ritel cenderung didominasi oleh rasa pahit dan gosong.
Tingkat Kesegaran Kopi
Salah satu hal yang mencakup tingkat kesegaran kopi adalah waktu roasting/sangrainya. Kopi specialty yang dijual pada umumnya menyertakan informasi mengenai waktu dan kapan kopi itu disangrai. Ada roasting date-nya. (Kopi sendiri akan terasa lebih nikmat jika diseduh pada 7-10 hari setelah tanggal roasting). Kopi yang waktu penyangraiannya masih relevan tentu akan membuat kopi jauh lebih segar dan terasa lebih nikmat.
Sebaliknya, kopi-kopi ritel cenderung jarang mencantumkan tanggal roasting. Bahkan kopi jenis ini lebih sering disimpan dalam kemasan yang vacuum-sealed untuk membuatnya tahan disimpan dalam jangka waktu yang lama.
_______________
Reference: ottencoffee.co.id ☕




